Pasangan Gibran dan Bobby Akhirnya Dukung Partai Gelora

Pasangan Gibran dan Bobby Akhirnya Dukung Partai Gelora

Pasangan Gibran dan Bobby Akhirnya Dukung Partai Gelora – Hal ini disampaikan secara langsung oleh Anis Matta sebagai Ketum Partai Gelora Indonesia. Semua itu pun disebutkan tidak ada hubungan dengan dinastik politik di daerah masing masing di Indonesia.

Alasan laen dikarenakan Indonesia bukan merupakan negara kerajaan yang bisa mewariskan kekuasaan. Indonesia sendiri menganut sistem demokrasi yang bearti semua pemimpin harus dipilih dari rakyat dan untuk rakyat juga

Pasangan Gibran dan Bobby Mencalonkan Diri Mengikuti Pilkada 2020

Pasangan Gibran dan Bobby Akhirnya Dukung Partai Gelora

Anis Mata pun memberikan penjelasan bahwa Partai baru GELORA ini akan selalu memberikan dukungan bagi pengurus daerah yang mau memberikan dukungan untuk setiap calon kepala daerah di Pilkada Serentak 2020 tahun ini. Untuk semua posisi jabatan umum juga pastinya akan dipilih secara langsung oleh masyarakat Indonesia bukan di pilih orang Presiden.

Hal itu pun membuat majunya Gibran ke Pilkada Solo dan Bobby di Pilkada Sumatera Utara adalah wajar tanpa adanya siasat Jokowi dalam membangun dinasti politik di daerah. Hal itu juga sangat tergantung dari masyarakat sendiri yang akan menilai apakah Gibran dan Bobby bisa memimpin ataupun tidak.

Pasangan Gibran dan Bobby Akhirnya Dukung Partai Gelora

baca artikel berikutnya tentang dibohongi mahatir anwar ibrahim batal jadi pm

Selain itu Wakil Ketum Partai Gelora Fahri Hamzah juga memberikan dukungan atas majunya anak serta menantu Jokowi untuk Pilkada tahun ini. Itu dikarenakan dalam negara Demokrasi tak pernah ada sistem dinasti politik yang saat ini banyak diberitakan oleh media massa ataupun televisi. Dinasti politik itu hanya terjadi jika negara menganut sistem kerajaan yang bisa mewariskan kekuasaannya kepada anak ataupun saudaranya.

Fahri juga menyampaikan bahwa kekuasaan turun menurun ini adalah sebagai titisan seorang raja yang terjadi pada masa kerajaan Mataram Kuno. Awalnya Rajanya bernama Syailendra, ditambah dengan kerajaan Majapahit serta kerajaan Mataram Baru yang  dipimpin oleh Panembahan Senopati alias Danang Sutawijaya.

Untuk Indonesia saat ini sangat berbeda dan hanya 1 provisi di Indonesia yang memegang sistem kerajaan yaitu Dinasti Hamengkubuwono di Yogyakarta. Untuk mempertahankan kelanjutan dari Kerajaan Mataram Baru, dimana raja pun disamakan dengan simbol seorang Gubernur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *